Menuju Generasi Gemilang Bersama Komunitas Enlightening Parenting

Okina Fitriani, seorang Psikolog dan Master di bidang human resources yang mendalami bidang psikologi: Neuro-Linguistic Programming dan Brain Development, mengajarkan materi tentang Enlightening Parenting dalam sebuah training di Jakarta di tahun 2014.

Enlightening Parenting adalah konsep, prinsip disarikan dari Al-Qur’an, Hadist, Sirah, dengan metode berbasis riset yang scientifically and practically proven gabungan dari psikologi perkembangan, psikologi positif, dan neuroscience.

Enlightening Parenting tidak hanya sesuai bagi keluarga muslim tetapi juga bagi keluarga dari berbagai latar belakang agama karena nilai-nilai yang dijadikan dasar merupakan kebenaran universal. Terbukti pula bahwa peserta training tidak hanya keluarga muslim, bahkan juga pasangan- pasangan dari berbagai bangsa seperti Arab, Amerika latin, Filipina, India dan lain-lain.

Beberapa peserta yang terdiri dari Ibu-ibu kemudian menerapkan teknik dan metode yang diperoleh dari training tersebut kepada anak-anak mereka.  Ternyata hasil yang mereka peroleh sangat menggembirakan. Para Ibu berhasil memperbaiki pola komunikasi dengan anak, berhasil membangun kembali kedekatan dengan anak dan mampu menjalani kegiatan pengasuhan anak yang nyaman, memberdayakan  dengan  fitrah baik anak tetap terjaga.

Karena merasakan manfaat yang besar, para Ibu alumni training kemudian membentuk Enlightening Parenting Sharing Team yang berinisiatif  memfasilitasi pelaksanaan training Enlightening Parenting selanjutnya.

Kemudian, sejalan dengan terus diterapkannya berbagai teknik dan metode pengasuhan Enlightening Parenting, para alumni training saling berbagi pengalaman keberhasilan  mereka. Hingga akhirnya tercetuslah ide untuk menuliskan pengalaman para alumni  dalam sebuah buku dengan tujuan  menebarkan seluas-luasnya ilmu ini pada para orangtua.

Bulan September 2015, terbitlah buku The Secret of Enlightening Parenting yang ditulis oleh Okina Fitriani bersama 15 orang alumni training. Tak disangka, dalam 3 bulan buku ini habis terjual, sehingga pihak penerbit mencetak ulang buku ini dengan logo “National Best Seller”. Cetakan kedua buku ini pun kemudian habis terjual. Sekarang, edisi revisi buku ini sudah dicetak kembali dan beredar di toko buku. Para penulis menunaikan ikrar mereka, seluruh royalti penjualan buku disalurkan untuk membiayai pendidikan anak dhuafa.

Sementara itu, training-training dilaksanakan bukan hanya di Jakarta, tapi juga di Jogjakarta, Bandung, Pekanbaru, Surabaya hingga Bangkok. Para alumni makin banyak, dan makin tersebar karena mereka bukan hanya datang dari penjuru Indonesia saja, tapi ada juga yang berdomisili di Kuala Lumpur, Yangon-Myanmar, Bangkok-Thailand, Madrid-Spanyol, Perth-Australia, hingga Doha-Qatar.

Training Enlightening Parenting diselenggarakan dengan semangat berbagi kebaikan, bukan untuk mengumpulkan keuntungan materi. Sebagian sisa dari biaya pelaksanaan training dimasukkan ke kas Indonesia Membangun Rakyat (IMR). IMR adalah sebuah komunitas yang didirikan Okina Fitriani untuk membantu kaum dhuafa. Kegiatan IMR antara lain merenovasi rumah para dhuafa, membiayai pengobatan, pendidikan, dan membantu kebutuhan masyarakat miskin. Hingga saat ini sudah lebih 40 rumah telah direnovasi oleh IMR mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Barat

EP Goes to Community  dimotori team inti dan para alumni yang tergabung dalam Team Sharing Enlightening Parenting. Mereka bergerak  menebarkan ilmu Enlightening Parenting yang berprinsip sabar dan kasih sayang, serta menganjurkan aturan tentang penanganan bullying, menghentikan bully di level terendah yaitu labelling dan mengajarkan menegur efektif   lewat sharing session.

Dalam sharing session disampaikan bahwa anak-anak yang terjaga fitrah atau potensi baiknya akan tumbuh percaya diri. Dengan demikian mereka tidak akan menjadi sasaran bullies karena sebetulnya para pembulli itu memilih calon korbannya.  Anak-anak yang terjaga fitahnya juga akan mampu mempertahankan diri dan mencegah perilaku bullying.

Sharing session  dilakukan di  berbagai sekolah demi membangun kesadaran pihak sekolah untuk secara tegas mencegah dan menyelesaikan perilaku bullying dengan cara menegakkan aturan, sosialisasi ke orangtua dan membiasakan briefing. Dengan demikian, setiap anak siap dan berani untuk bertindak terhadap pelaku bullying. 

Selain di sekolah-sekolah, sharing session juga dilakukan di  perkumpulan orang tua murid, universitas, lembaga pemerintahan, masyarakat di perkampungan maupun perkotaan, komunitas orangtua peduli parenting, kelompok arisan,  hingga penjara wanita. EP Goes to Community pun merambah ke Jakarta, Bogor, Bandung, Jawa Tengah, Jogjakarta, Surabaya, Padang, Kuala Lumpur, Yangon-Myanmar, hingga Doha-Qatar.

Tidak hanya sharing secara off line, team sharing Enlightening Parenting  dan  para alumni juga aktif berbagi pengalaman secara online lewat tulisan-tulisan, foto dan video mereka  yang tersebar di website, blog, media sosial facebook, Instagram, dan Whatsapps. Di Facebook, selain di account pribadi para alumni menuliskan pengalaman mereka di group “Enlightening Parenting” dan Fan Page “The Secret of Self Improvement & The Secert of Enlightening Parenting”.

Pengalaman-pengalaman dalam menerapkan pengasuhan anak yang dilakukan para alumni kemudian disusun dan dikumpulkan oleh Gita Djambek dan Juliana Dewi dalam buku “ A Parent’s Diary- Anakku Tamu Istimewa”. Buku ini pun habis terjual dalam waktu 10 hari sejak diterbitkan dan sekarang sedang dalam proses cetak ulang.

Komunitas Enlightening Parenting juga melibatkan para ayah. Terbukti dari makin bertambahnya jumlah ayah yang aktif dalam kegiatan komunitas ini. Selain mereka aktif berperan dalam pengasuhan anak-anaknya, mereka juga aktif berbagi ilmu baik di kegiatan menulis buku,  seminar,  maupun sharing session. Bahkan ada 3 orang Ayah, Ronny Gunarto, Sutedja Eddy Saputra dan Iskandar Putranto yang menjadi pembicara utama dalam training parenting khusus untuk para ayah.

Semangat yang mendasari gerakan komunitas Enlightening Parenting adalah tekad untuk mewujudkan Generasi Gemilang. Timbulnya berbagai masalah di negeri ini seperti korupsi, buruknya akhlak para pemimpin dan public figure, adanya bullying maupun kasus-kasus kekerasan dan lain-lain berawal dari kesalahan pengasuhan. Akar permasalahan adalah prinsip pengasuhan yang tidak dilaksanakan dengan baik oleh sebagian orangtua zaman dulu. Artinya, bila saat ini para orangtua,  guru dan para pendidik bergerak memperbaiki pengasuhan generasi penerus,  mulai dari keluarganya sendiri, lalu menularkan ilmu dan pengalaman seluas-luasnya pada orangtua lainnya, maka dapat dibayangkan hasilnya.

Suatu hari nanti, anak Indoneisa dibesarkan oleh orangtuanya sesuai fitrah, lalu mereka dididik guru yang kreatif dan memaksimalkan potensi. Remaja-remaja tangguh akan terbentuk, mereka bisa mengelola diri sendiri dan self-motivated. Masyarakatnya berpikiran jernih, tidak ada media yang memanas-manasi dan memprovokasi masyarakat. Tidak ada orang miskin karena program-program bantuan dilaksanakan dengan bersih dan jujur. Tidak ada pemimpin yang dzolim karena yang duduk di pucuk-pucuk pimpinan pemerintahan dan perusahaan adalah orang-orang dari era generasi gemilang yang terjaga fitrah baiknya. Generasi Gemilang akan mengantarkan Indonesia menjadi negara yang bermartabat. Indonesia yang terdepan karena akhlak mulia para pemimpin dan rakyatnya. Semoga akan terwujud…